Oleh : Kadek Dristiana Dwivayani M.Med.Kom ( Dosen Universitas Mulawarman )

PENDAHULUAN

Analisis situasi
Working for the community, merupakan konsep Kuliah Kerja Nyata (KKN) angkatan 46 Universitas Mulawarman. Pekerjaan yang dilakukan oleh mahasiswa diterapkan dalam suatu komunitas masyarakat pada suatu desa di Kalimantan Timur. Program kerja KKN yang telah diterapkan secara terencana sehingga dapat mencapai tujuan (output) yang tepat guna. Pelaksanaan KKN dilakukan pada sembilan desa di Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara. Kesembilan desa tersebut adalah Loa Raya, Loa Ulung, Sukamaju, Mulawarman, Teluk Dalam, Separi, Perjiwa, Tanjung Batu, dan Manunggal Jaya. Fenomena pandemi Covid-19 yang sedang terjadi menyebabkan penerapan KKN dilakukan secara daring (online). Pelaksanaan dan kegiatan KKN dilaksanakan terbatas sesuai protokol kesehatan yang disarankan. Lalu pertanyaannya, bagaimana dampak pandemi Covid-19 dari para pelaku maupun pengelola tempat-tempat wisata, umkm dan berbagai sektor usaha lainnya. Berdasarkan wawancara dan data yang diperoleh di lapangan terdapat beberapa perubahan yang dialami oleh dimana masyarakat, khususnya dipedesaan, sehingga perlu melakukan adaptasi secara cepat. Sebagai mahasiswa yang menjadi agen perubahan (agent of change), mereka dapat membantu dalam berbagai sektor kehidupan, seperti ekonomi, pariwisata, kepemerintahan, sosial, kesehatan, dan lainnya. Pada setiap kelompok mahasiswa KKN memiliki beragam keahlian (skill) sesuai dengan jurusannya. Beragamnya jurusan tersebut dapat membantu memberikan solusi terhadap permasalahan yang terdapat di desa tujuan KKN.
Permasalahan
Secara umum permasalahan awal pada sembilan desa adalah proses edukasi perubahan yang terjadi selama masa adaptasi kebiasaan baru. Berdasarkan identifikasi awal, beberapa kelompok masyarakat di desa kurang memahami perlunya penerapan protokol kesehatan dalam kehidupan sehari-hari. Perubahan perlu diedukasikan kepada masyarakat luas, khususnya di desa lokasi KKN, sehingga masyarakat menjadi terdidik dan memperoleh informasi yang tepat. Upaya edukasi tersebut menggunakan new media (internet), karena semua masyarakat desa telah memperoleh akses jaringan internet dengan cukup baik. Selain itu juga mahasiswa mencetak edukasi dalam bentuk media poster maupun banner. Kemudahan lain yang diperoleh dengan menggunakan internet ialah informasi bisa efektif, karena informasi ada dalam genggaman masyarakat (smartphone). Setiap solusi yang ditawarkan dalam bentuk program kerja, baik progam uggulan maupun individu. Permasalahan lain yang muncul pada kesembilan desa diantaranya belum tersedianya sistem informasi desa, antrian pengurusan administrasi sipil warga masyarakat sehingga protokol kesehatan belum berjalan. Belum meratanya penerapan informasi dan edukasi Covid-19 termasuk protokol kesehatan, edukasi kesehatan, dan terbatasnya penciptaan produk umkm khas desa, pemasaran produk umkm, serta pengembangan potensi desa seperti pariwisata desa.
Solusi yang ditawarkan
Dalam mengatasi permasalahan tersebut, terdapat beberapa solusi yang ditawarkan dalam bentuk program kerja, baik kelompok (unggulan) maupun individu. Pertama, membuat website desa yang tidak berbayar sebagai media informasi desa sesuai kebutuhan desa. Di dalam website berisi informasi tentang profil desa, lokasi, potensi- potensi desa, berita, artikel edukasi dan lainnya sesuai dengan kebutuhan desa. Situs web memiliki fungsi yang lebih luas tetapi diperlukan pengoptimalan pemanfaatan web dengan cara memperhatikan isi atau konten dari web, artikel yang diunggah dapat menarik minat pembaca dan memberikan kesan yang baik (Fattah, 2020). Sebagai contoh, pada Desa Loa Raya, website yang diberi nama Kabar Loa Raya Center. Kabar Loa Raya sebagai media informasi bagi pengunjun website berupa pengumuman, kejadian-kejadian, informasi pemerintah desa dan lain sebagainya yang dapat ditentukan sendiri sesuai dengan kebutuhan desa. Website ini dilengkapi dengan formulir online untuk pengurusan administrasi warga di desa. Formulir online itu disebut form pintar. Terwujudnya form pintar ini bermula Kepala Desa Loa Raya, mengeluhkan antrian warganya saat ke kantor desa. Sehingga tidak dapat menerapkan protokol kesehatan dengan baik. Oleh karena itu, form pintar ini dibuatkan versi online, sehingga warga bias mengisinya di rumah atau dimana saja sebelum ke kantor desa. Diharapkan dengan adanya form pintar tersebut, waktu dan kinerja pelayanan admnistrasi di kantor desa menjad lebih efesien. Dengan begitu, protokol kesehatan lebih mudah diterapkan. Form Pintar Shorcut sebagai jalan pintas ketika warga desa ingin membuat surat formulir pengajuan surat. Diharapkan dengan kemudahan yang diberikan dan fitur-fitur yang sangat lengkap dapat menyelesaikan permasalahan yang ada di desa Loa Raya. Dengan teknologi yang telah tersedia dan tentunya familiar bagi desa, Form Pintar pun dapat dibuat dan dibentuk dengan konsep Bottom-Up dalam perancangan program kerja ini. Berikut adalah tampilan interface/antar-muka dari Form Pintar yang dapat diakses pada link https://linktr.ee/formpintarloaraya.
Metode
Pada pelaksanaan KKN ini, metode yang dlakukan adalah partisipatif edukasi komunkasi. Mulai dari pembuatan produk, hingga melaksanakan e-marketing. Progam kerja yang disusun dilaksanakan ke dalam beberapa bentuk seperti webinar, video tutorial, media sosial hingga pamphlet, poster dan lain sebagainya.
Pelaksanaan Program dan Evaluasi
Dalam pelaksanaan KKN secara daring (online) merupakan suatu tantangan baik bagi mahasiswa, maupun pihak desa. Selama kurang lebh 1,5 bulan KKN daring dilaksanakan dengan rancangan program-program kerja. Kendala diawal terjadi pada proses adaptasi berkomunikasi secara virtual, sehingga tidak semua desa mengakomodir dan mendukung program kerja KKN daring. Dalam pelaksanaan KKN secara online merupakan suatu tantangan baik bagi mahasiswa, maupun pihak desa.  Dibutuhkan adaptasi dan penyesuaian melaksanakan KKN secara daring. Setiap program yang dirancang oleh mahasiswa KKN selalu didiskusikan dengan dosen pendamping lapangan dan pendamping lapangan desa. Hal ini merupakan upaya memfasilitasi kebutuhan masyarakat di desa, dengan memperhatikan beberapa program yang dapat direalisasikan di masa pandemi seperti ini. Unsur kesehatan menjadi utama, baik bagi rekan-rekan mahasiswa maupun bagi warga di desa. Pada akhir pelaksanaan KKN beberapa hasil karya mahasiswa, diantar langsung oleh dosen pendamping lapangan dan perwakilan mahasiswa yang tinggalnya terdekat dengan lokasi KKN. Hasil karya tersebut berupa poster edukasi yang di cetak, masker kain, produk makanan untuk umkm, tempat sampah, bibit pohon dan lainnya. Memberi edukasi kepada masyarakat harus dilakukan dengan bentuk nyata, seperti kelompok KKN Desa Tanjung Batu, memberikan bbit pohon mahoni dan trembesi untuk jangka panjang mencegah terjadinya polusi udara. Udara yang bersih, bebas polusi merupakan bagian dari usaha meningkatkan kesehatan lingkungan di desa. Apalagi desa tanjung batu ke depannya memiliki perencanaan sebagai destinasi desa wisata, kebersihan dan kesejukan menjadi salah satu faktor pendukungnya. pohon mahoni dan trembesi merupakan pohon dengan segudang manfaat dan memiliki keragaman kelebihan dibandingkan dengan pohon lainnya, terutama yang sangat bermanfaat untuk lingkungan dan mengatasi pencemaran udara serta mampu meningkatkan kualitas air tanah dan tempat tumbuhnya. Evaluasi terhadap program kerja yang telah dilaksanakan, yaitu pertama, merancang program kerja yang dapat memberikan manfaaat secara luas. Kedua, dalam penerapannya setiap program kerja didukung oleh perangkat desa KKN. Ketiga, lebih memaksimalkan kreativitas mahasiswa sesuai bidangnya. Jika dlihat dari segi kebermanfaatannya, pelaksanaan KKN daring telah memberikan edukasi penggunaan media baru (internet) secara lebih luas, kehadiran internet bukan hanya sekedar mencari hiburan, tetapi bisa membantu memajukan desanya dengan segenap potensi yang dimilikinya.

Daftar Pustaka

Ayuni, Qurata, Hafied Cangara, Arianto. 2019. Jurnal Penelitian Komunikasi dan Opini Publik Vol. 23 No.2, Desember 2019: 129-141. Diakses pada 17 September 2020. https://jurnal.kominfo.go.id/index.php/jpkop/article/do wnload/2382/1178

Kharisma T. 2018. Analisis Strukturas Adaptif: Implikasi Pembggunaan Teknologi Informasi Dalam Pelayanan Informasi Publik Organisasi Pemerintahan. Diakses pada 17 Oktober 2020.

https://jurnal.kominfo.go.id/index.php/jpkop/article/download/ 1515/1028

Fattah, Farniwati. 2020. “Pemanfaatan Website Sebagai Media Penyebaran Informasi Pada Desa Tonasa Kecamatan Sanrobone Kabupaten Takalar.” Ilmu Komputer Untuk

Masyarakat 1 (1): 16–21. Diakses pada 20 September 2020. https://ilkomas.id/index.php/ilkomas/article/view/5.

Jubilee Enterprise. 2016. Strategi memenangkan Isu di media sosial. Jakarta: PT. Elex Media komputindo

Levinson, Paul.  2013.           New      Media.             New          Jersey:          Pemission Departement

McQuail, Dennis. 2011. Teori Komunikasi Massa. Jakarta: Salemba Humanika

Morissan. (2013). Teori Komunikasi: Individu Hingga Massa.

Jakarta: Prenadamedia Group

Muntoha1, Jamroni2 dan Helmanita Tantria. 2015. Jurnal Inovasi dan Kewirausahaan. Pemanfaatan Situs Web sebagai sarana promosi desa Songbanyu, Kecamatan Giri Subu, Gunung Kidul,               DIY.    Diakses   pada    19   September 2020. https://journal.uii.ac.id/ajie/article/download/7921/693   1

Nancy, Yonada. 2019. Pengertian, Fungsi, & Perbedaan Internet, Intranet, dan Ekstranet. Diakses pada 18 September 2020. https://tirto.id/ely8https://tirto.id/pengertian- fungsi-perbedaan-internet-intranet-dan-ekstranet-ely8

Pangesti, Yeni Yen . 2017. Dampak Media Sosial terhadap Pola Komunikasi Anak dalam Pembentukan Karakter Sopan Santun di Sekolah Dasar. Diakses pada 19 Oktober 2020. http://repository.ump.ac.id/4042/3/BAB%20II_YENI%20 YEN%20PANGESTI_PGSD%2717.pdf

Suryani, Ita. 2014. Pemanfaatan Media Sosial sebagai Media Pemasaran Produk dan Potensi Indonesia dalam Upaya Mendukung ASEAN Community 2015. (Studi Social Media Marketing Pada Twitter Kemenparekraf RI dan Facebook Disparbud Provinsi Jawa Barat). Diakses pada 17 September 2020.https://journal.uii.ac.id/jurnal- komunikasi/article/viewFile/6471/5830

*) Analisis fenomena komunikasi ini merupakan tanggung jawab penulis seperti tertera, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi sparklingcommunication.web.id

*) Artikel ini pernah dipublish di Mulawarman Pers