Oleh : Kheyene Molekandella

Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Mulawarman

“The only thing that ia constantis change”
[filsuf Yunani, Heraclitus]

Kalimat diatas yang berarti cepat atau lambat perubahan pasti datang. hal itu yang dirasakan di dunia PR. Sebuah dunia global yang didalamnya penuh dengan perencaaan strategis dan segala macam kemahiran yang mutlak dipelajari dengan cepat.
Profesi Humas (hubungan masyarakat) kini berevolusi dengan cepat. Seolah profesi ini menjadi tumpuan setiap organisasi dalam menjaga eksistensi. Era yg telah berubah sedemekian cepat menjadikan profesi humas semakin kompleks, kini humas tidak sebatas mengerjakan hal hal teknis semata, Humas telah dituntut mampu menjadi konseptor, kreator yang juga turut duduk dalam pengambilan keputusan penting dalam organisasi.

Wacana pemindahan ibu kota ke Panajam Paser Utara (PPU) Kalimantan Timur menjadi tantangan tersendiri bagi humas di sektor pemerintahan. Kerja semakin berat yang nantinya dipikul harus mampu dikerjakan dan dipertanggungjawabkan dengan baik oleh seorang humas pemerintahan. Karena mau tidak mau Kalimantan Timur akan menjadi sorotan jika nantinya ibu kota pindah ke tanah Borneo ini. Sorotan tersebut semuanya akan dikendalikan oleh humas pemerintahan.
Apa saja yang dikerjakan? Bukan sebatas mengurusi hal reputasi saja, mengkliping berita dan hal teknis lainya. Humas pemerintahan wajib menuntaskan skill strategis seperti media relations, mengelola isu dan konflik, eksternal relations dan masih banyak lagi. Terutama isu tentang lingkungan hidup, dimana Kalimantan dikenal dengan hutan dan beberapa satwa langka seperti orang utan dan Ikan pesut.

Mampukah seorang Humas pemerintahan mengelola informasi dan menjelaskan resiko jika nantinya ibukota akan pindah dengan segala pembangunan infrastruktur nya?. Bagaimana nasib ekosistem keanekaragaman hayati yang telah dijaga lama oleh warga Borneo.
Humas pemerintahan juga harus mampu mengkomunikasikan isu penting ini dengan para stakeholder. Memprioritaskan keselamatan hutan dan satwa didalamnya sebagai upaya mencegah dan meminimalisir pengrusakan lingkungan hidup. Sehingga nantinya ibu kota mampu pindah dengan elok dan tetap memiliki ciri khas kota yang masih dikenal dengan hutan dan Keanekaragaman hayatinya.

Yup, kompleks bukan? Humas kini berevolusi dan sudah tidak pada peran suportin gsystem, bagian pelengkap organisasi belaka dan tidak pula sebatas sebagao ‘pemadam kebakaran; disaat sebuah organisasi mengalami krisis. Akan tetapi PR pemerintahan dituntut berfikir dan bergerak cepat membaca kebutuhan organisasi setiap detik, setiap saat tanpa mengenal waktu.
Kalimantan sebagai pulau yang dilirik pemerintah, dianggap mampu membantu menopang jantung kehidupan negara dari banyak sisi. Seperti ekonomi, sosial dan budaya. Tantangan keberagaman manusia dikalimantan nantinya menjadi tugas besar bagi humas pemerintahan dalam menjaga kedinamisan agar tetap kondisi sosial tetap ‘sehat’, minim konflik dan menghindari perpecahan bangsa.

Kembali ke isu lingkungan. Sebuah isu yang teramat urgent bagi humas pemerintahan. Pemerintah juga menyatakan ini bukan sebatas permasalahan pembangunan infrastruktur belaka tetapi memprioritaskan pada keselamatan lingkungan. Jokowi meminta kajian mendalam terhadap kajian resiko lingkungan hidup di wilayah ibu kota baru.
Kebutuhan kebutuhan informasi terkait lingkungan ini yang harus pula dipersiapkan humas pemerintahan dengan menggandeng beberapa stakeholder untuk mendiskusikan dan mencapai goals yang bijak. PR pemerintahan harus pula melakukan mapping, mengumpulkan beragam informasi tentang isu lingkungan tersebut. tentunya humas harus ada disetiap kebijakan kebijakan tersebut didiskusikan sebagai bentuk monitoring/pengawasan.

Ketika humas pemerintahan telah mampu menjalankan fungsi – fungsi tersebut, maka humas pemerintahan dinilai mampu beradaptasi di era disrupsi. Sebuah era big data dengan lalu lalang arus informasi yang begitu gesit. Humas bertugas menangkap semua informasi tersebut, memilah dan mengelola untuk kebutuhan institusinya dan tentunya semua yang dikerjakan berujung kepada citra baik Kalimantan Timur.

*) Opini penulis ini merupakan tanggung jawab penulis seperti tertera, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi sparklingcommunication.web.id